Featured Post

Danau Kelimutu dan Pesona 3 Warna Air yang Dilihat dari Langit

Keindahan Danau Kelimutu membuat banyak orang ingin ke sana. Tapi memang tidak mudah mencapai puncak gunung Kelimutu untuk menatap keind...

Showing posts with label Sa'o Ria. Show all posts
Showing posts with label Sa'o Ria. Show all posts

Friday, March 6, 2015

Kampung Adat Wologai


Kampung adat Wologai terletak di desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko kira-kira 40 km arah timur kota Ende. Kampung ini merupakan salah satu dari 24 komunitas Adat Suku Lio yang berada di sekitar Taman Nasional Kelimutu, dengan budayanya yang luhur, dan sangat kental dengan perilaku agraris, religius, sekaligus magis dengan kedekatannya yang kuat pada alam.

Thursday, March 20, 2014

Budaya Material (Mengenal Adat Moni Koanara) (6/11)

(Mengenal Adat Moni Koanara-Ende)

Budaya Material
Masyarakat Moni juga memperlihatkan kreativitas di bidang teknologi dan kesenian. Mereka misalnya memiliki teknologi di bidang pertanian dan beberapa kesenian, seperti seni pahat dan seni arsitektur. Seni karya tidak berkembang di Moni. Menurut penuturan beberapa tokoh masyarakat, beberapa Ria Bewa dan Atalaki Koe Kolu,

Pembagian Ruangan Sa'o Ria (Mengenal Adat Moni Koanara) (7/11)

(Mengenal Adat Moni Koanara-Ende)

Pembagian ruangan Sa’o Ria
Secara vertikal, Sa’o Ria dapat dibagikan ke dalam tiga ruang utama, yaitu Lewu (Kolong), One (Ruang Tengah), dan Padha (Loteng). Lewu adalah ruang untuk hewan peliharaan seperti anjing, ayam dan babi. One adalah ruang untuk menyimpan barang-barang upacara adat.
Pada bagian tengah dapat dibedakan lagi beberapa ruangan, sebagai berikut :

Komponen-Komponen Sa'o Ria (Mengenal Adat Moni Koanara) (8/11)

(Mengenal Adat Moni Koanara-Ende)

Komponen-Komponen Sa’o Ria :

1.       Leke atau Soko Boko (Tiang)

Sa’o Ria bertumpu di atas dua belas tiang, yang dinamakan Leke atau Soko Boko. Tiap-tiap tiang berukuran panjang ± 1 meter, yang berdiri di atas sebuah batu ceper. Dilihat dari Kanga, keduabelas tiang itu membentuk empat baris. Semuanya berdiri menurut arah alamiahnya, yakni pangkal ke bawah dan ujungnya ke atas.

Proses Pembangunan Sa'o Ria (Mengenal Adat Moni Koanara) (9/11)

(Mengenal Adat Moni Koanara-Ende)


Proses Pembangunan Sa’o Ria
Pembangunan Sa’o Ria dilakukan dalam beberapa tahap, dan disertai upacara–upacara adat. Mula-mula diadakan Tewo Bou Lo’o Mondo, yakni musyawarah pembangunan Sa’o Ria. Musyawarah ini diundang oleh Ata Laki Pu’u  dan dihadiri oleh Ata Laki Ria Bewa dan Koe Kolu. Dalam musyawarah ini ditetapkan waktu persiapan ramuan (bahan bangunan), tempat berdirinya Sa’o Ria, waktu berdirinya/ membangunnya, kebutuhan tukang, pekerjaan, serta bahan bangunan. Untuk itu biasanya dihadirkan seorang dukun.

Fungsi Sa'o Ria (Mengenal Adat Moni Koanara) (10/11)

(Mengenal Adat Moni Koanara-Ende)

Fungsi Sa’o Ria

Dari keseluruhan deskripsi di atas, dapat disimpulkan bahwa, Sa’o Ria memiliki tiga fungsi utama, yaitu Fungsi Praktis, Fungsi Sosial, dan Fungsi Religius.

Fungsi Praktis ; seperti rumah pada umumnya, Sa’o Ria merupakan tempat berlindung utama satu atau beberapa keluarga yang berasal dari satu keturunan. Di rumah ini, mereka melakukan aktivitas keluarga,
Booking.com