Featured Post

Danau Kelimutu dan Pesona 3 Warna Air yang Dilihat dari Langit

Keindahan Danau Kelimutu membuat banyak orang ingin ke sana. Tapi memang tidak mudah mencapai puncak gunung Kelimutu untuk menatap keind...

Thursday, October 6, 2016

Status Gunung Api Iya Meningkat, Masyarakat Sekitar Diharapkan Waspada

Setelah status Gunung Bromo di Probolinggo dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat ditingkatkan, kini giliran Gunung Iya di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur ditingkatkan satusnya oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) –Badan Geologi dari Normal menjadi Waspada sejak Kamis (29/9/2016) pukul 19.00 WITA.

Dalam laporan resminya, PVMBG menyebutkan bahwa peningkatan status Gunung Iya berdasarkan analisis data pengamatan kegempaan, sifat/ tipe erupsi Gunung Iya, dan potensi bahayanya. Menurut PVMNG, jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik G. Iya secara signifikan, maka tingkat Aktivitasnya akan dinaikkan yang disesuaikan dengan tingkat ancamannya. Sebaliknya, jika peningkatan aktivitas kegempaan tidak berlanjut dan atau menurun kembali dan stabil, maka tingkat aktivitasnya akan dievaluasi untuk diturunkan kembali.
Laporan PVMBG yang dikutip Jumat (30/9/2016) didasarkan pada hasil pengamatan secara terus menerus yang dilakukan PVMBG-Badan Geologi melalui Pos Pengamatan Gunung Api Iya yang berada di Kelurahan Tanjung, Kabupaten Ende, NTT. Pengamatan menunjukan, peningkatan aktivitas kegempaan Tektonik Lokal dan Vulkanik Dalam pada G. Iya sejak Kamis (29/9/2016) Pukul 15:30 WITA.


Berdasarkan pantauan PVMBG, dalam  rentang waktu 18 Jam (00:00-18:00 WITA) tercatat 8 kali Gempa Tektonik Lokal berdurasi 28-45 detik dan 17 kali Gempa Vulkanik Dalam berdurasi 12-22 detik. Jumlah ini lebih besar dibandingkan jumlahnya di saat normal yaitu Gempa Tektonik Lokal yang berkisar 5 hingga 14 kali dan Gempa Vulkanik Dalam 4 hingga 8 kali setiap bulannya.
“Peningkatan kegempaan ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan magma ke permukaan yang mengakibatkan terjadinya peretakkan batuan di dalam tubuh gunung api,” demikian tertulis dalam laporan resmi PVMBG.
Gunung api Iya secara administratif berada di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan secara geografis puncaknya memiliki ketinggian 637 m di atas permukaan laut dan terletak pada koordinat 121.645 BT dan 8.897 Lintang Selatan.
Dalam catatan PVMBG, Gunung api Iya pernah meletus sebanyak 8 kali dengan indeks eksplosivitas. Letusan terbesar dan terakhirnya terjadi pada 47 tahun yang lau yakni pada tanggal 27 Januari 1969. Letusan yang terjadi di G. Iya umumnya letusan normal, yang terjadi di kawah pusat.
Sehubungan dengan peningkatan aktivitas Gunung api Iya kali ini maka Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, nelayan, dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dan tidak melakukan aktivitas di seluruh kawasan (darat dan laut) di dalam radius 2 km dari kawah Gunung api Iya.
PVMBG meningatkan, jika terjadi letusan, masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar lembah-lembah sungai yang berhulu dari puncak/vkawah Gunungapi Iya diharapkan agar selalu waspada untuk menghindari potensi bahaya aliran lahar terutama pada musim hujan. Masyarakat disekitar G. Iya diharap tetap tenang, tetap waspada, tidak tepancing isu-isu yang berkaitan dengan erupsi G. Iya yang tidak jelas sumbernya.
Kegiatan koordinasi dengan Pemerintah Daerah/ BPBD maupun masyarakat di sekitar Gunung api Iya telah dan akan terus dilakukan oleh PVMBG-Badan Geologi utamanya melalui Pos Pengamatan Gunung Api Iya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana. PVMBG-Badan Geologi juga akan mengamati secara menerus perkembangan aktivitas Gunung api Iya untuk mengevaluasi dinamika potensi ancaman bahayanya.
===

Booking.com