Featured Post

Danau Kelimutu dan Pesona 3 Warna Air yang Dilihat dari Langit

Keindahan Danau Kelimutu membuat banyak orang ingin ke sana. Tapi memang tidak mudah mencapai puncak gunung Kelimutu untuk menatap keind...

Sunday, August 16, 2015

Danau Kelimutu : Daya Tarik Wisata Alam Kabupaten Ende

Pulau Flores yang lazim disebut “Pulau Bunga” menyimpan misteri dan fenomena alam yang menakjubkan. Terdapatnya sejumlah gunung berapi menjadikan Flores lebih subur, asri, dan menghijau dibanding pulau-pulau lain di wilayah NTT. Pepohonan di sepanjang perbukitan dan pegunungan tumbuh tegak. Demikian pula berbagai jenis satwa liar, ikut melengkapi kekayaan sumberdaya alam hayati di wilayah ini.
Pantai yang indah serta lautan dengan keanekaragaman biota lautnya membuat pulau ini sungguh menarik. Dilengkapi dengan keragaman sosial budaya dan adat istiadat masyarakatnya, menjadikan Flores sebuah rantai obyek wisata potensial. Mata rantai wisata alam di Flores terbentang dari barat ke timur. Dimulai dari Taman Nasional (TN) Komodo dengan kadal raksasanya Komodo (Varanus komodoensis), Taman Nasional (TN) Kelimutu dengan danau tiga warnanya, Taman Wisata Laut 17 Pulau Riung dengan hamparan terumbu karang yang utuh serta aneka ikan hiasnya, Taman Wisata Alam Laut Teluk Maumere dengan keindahan ekosistem lautnya, hingga perairan Lamalera di kecamatan Nagawutung (Lembata-Flores Timur), yang terkenal dengan penangkapan Ikan Paus secara tradisional.
Dari sekian mata rantai tersebut, Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende merupakan obyek wisata yang paling spesifik, unik, dan sangat langka yang tidak akan pernah dapat dijumpai di tempat mana pun di dunia. Oleh karena keunikan itu, pemerintah telah menetapkan kawasan ini sebagai areal konservasi (taman nasional) dengan nama Taman Nasional Kelimutu.

Obyek Wisata Utama
Obyek wisata alam yang menjadi daya tarik utama di TN Kelimutu adalah Tiga Danau Warna. Warna air danau ini berlainan meskipun ketiganya terletak berdampingan.
Tiwu (sebutan masyarakat setempat untuk Danau) Nuwa Muri Ko’ofai, dan Tiwu Ata Polo terletak sangat berdekatan dan hanya dipisahkan oleh sebuah pematang yang sangat tipis dan rawan runtuh (tidak bisa dilewati). Danau lainnya, yaitu Tiwu Ata Mbupu letaknya menyendiri di sebelah baratnya.
Tiwu Nuwa Muri Koofai dan Tiwu Ata Polo
yang berdampingan
Tiwu Ata Mbupu
Warna air ketiga danau tersebut selalu berubah-ubah. Pada tahun 1950-an air Tiwu Ata Mbupu berwarna biru muda, Tiwu Nuwa Muri Ko’ofai berwarna hijau krem, dan Tiwu Ata Polo berwarna merah darah. Pada periode tahun 1998-2001, air Tiwu Nuwa Muri Ko’ofai telah mengalami perubahan dari warna hijau menjadi putih dan kembali lagi ke warna hijau. Air Tiwu Ata Mbupu  berwarna coklat, dan air Tiwu Ata Polo berwarna coklat kemerah-merahan. Di tahun 2012-2013 ini, warna air Tiwu Nuwa Muri Ko’ofai dan Tiwu Ata Polo relatif sama, yaitu biru muda, sedangkan Tiwu Ata Mbupu berwarna hijau lumut.

Selain disebabkan oleh aktivitas gunung berapi Kelimutu, perubahan ini juga diduga sebagai kibat pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimia terlarut, serta akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.

Obyek Wisata Penunjang
Disamping ekosistem danaunya, TN Kelimutu memiliki potensi wisata alam lain yang menjadi daya tarik kawasan ini, yaitu sun rise (matahari terbit), aktivitas pendakian (hiking dan tracking), serta berkemah (camping).
Di luar kawasan TN kelimutu ini terdapat pula berbagai obyek wisata alam lainnya, berupa sumber air panas dan air terjun di desa Moni, sumber air panas di kelurahan Detusoko, seni budaya berupa rumah adat, atraksi tarian tradisional yang digelar secara berkala, dan kerajinan tenun ikat.







Fasilitas
Beberapa fasilitas penunjang yang telah ada seperti jalan masuk, areal parkiran kendaraan roda dua dan roda empat, kamar mandi dan WC umum (MCK), dan tempat pengamatan, serta berbagai fasilitas lainnya.

Jalan Masuk
Dari Moni, jalan masuk ke Taman Nasional Kelimutu ini dapat dilalui dengan kendaraan bermotor melewati perbatasan kawasan dimana terdapat Pusat Informasi Taman Nasional. Kondisi jalan sangat menunjang yaitu beraspal sepanjang 13 km dari tugu “Selamat Datang” hingga lapangan parkir “Casuarina Loka”.

Areal Parkir
Tersedia areal parkir seluas ± 800 m2 yang dapat menampung lebih dari 20 kendaraan roda empat dan roda dua. Di tempat ini juga terdapat pendopo, shelter, kantin dan MCK.

Tempat Pengamatan
Bangunan berupa tangga duduk melingkar yang terletak di puncak gunung Kelimutu merupakan tempat yang strategis untuk menikmati indahnya panorama ketiga danau. Dari areal parkir ke lokasi ini bisa dicapai melalui trail (jalan setapak dan tangga pendakian) sepanjang ± 1 km.
 
Tempat Pengamatan
Ketiga Danau Berwarna
Akomodasi
Bagi Pengunjung yang bermaksud menginap di areal yang berdekatan dengan lokasi TN Kelimutu, dapat memilih hotel dan home stay di Moni, yang tarifnya relatif murah. Karena jaraknya dari kota Ende ± 53 km dengan waktu tempuh normal sekitar 30 menit – satu jam (dengan kendaraan bermotor), ada pula para pengunjung yang memilih menginap di kota Ende. Di kota ini banyak hotel yang telah dibangun dengan harga yang relatif terjangkau oleh pengunjung.

Aksesibilitas
Untuk mencapai TN Kelimutu, terdapat beberapa jalur yang dapat ditempuh, baik melalui udara, laut, maupun darat. Untuk jalur udara, saat ini telah banyak maskapai penerbangan yang melayani pengangkutan udara melalui bandar udara H. Hasan Arubusman-Ende, dengan pelayanan penerbangan setiap hari. Jalur penerbangannya yaitu Kupang-Ende, Kupang-Ende-Tambolaka, Denpasar-Labuan Bajo-Ende, serta berbagai jalur lainnya sesuai kebijakan maskapai yang bersangkutan. 



Untuk jalur laut, dapat menggunakan kapal penumpang (saat ini dilayani dengan KM. Wilis dan KM. Awu) dengan rute 2 mingguan, baik dari Kupang-Ende (1 hari perjalanan), Surabaya (Tanjung Perak)-Denpasar (Benoa)-Waingapu-Ende (3 hari perjalanan). Selain itu, perjalanan laut dari Kupang menuju Ende dapat pula menggunakan angkutan penyeberangan (ferry) jalur Kupang-Ende yang melayani 2 kali dalam seminggu.
Jika menggunakan jalur darat, TN Kelimutu dapat ditempuh dari semua ibukota kabupaten yang ada di pulau Flores, baik dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Untuk penumpang dari arah barat, tentunya melalui kota Ende terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke Moni (jarak ± 53 km). Untuk dari arah timur, melalui kota Maumere, yang dilanjutkan ke Moni (jarak ± 80 km). Selanjutnya dari Moni ke kawasan danau Kelimutu ditempuh dengan jarak ± 13 km. =====


Hotel di Ende dan Moni, Kelimutu
Pesona Wisata lainnya di Ende :

Booking.com