Featured Post

Danau Kelimutu dan Pesona 3 Warna Air yang Dilihat dari Langit

Keindahan Danau Kelimutu membuat banyak orang ingin ke sana. Tapi memang tidak mudah mencapai puncak gunung Kelimutu untuk menatap keind...

Thursday, March 20, 2014

Komponen-Komponen Sa'o Ria (Mengenal Adat Moni Koanara) (8/11)

(Mengenal Adat Moni Koanara-Ende)

Komponen-Komponen Sa’o Ria :

1.       Leke atau Soko Boko (Tiang)

Sa’o Ria bertumpu di atas dua belas tiang, yang dinamakan Leke atau Soko Boko. Tiap-tiap tiang berukuran panjang ± 1 meter, yang berdiri di atas sebuah batu ceper. Dilihat dari Kanga, keduabelas tiang itu membentuk empat baris. Semuanya berdiri menurut arah alamiahnya, yakni pangkal ke bawah dan ujungnya ke atas.
Dua buah Leke yang paling tengah dinamakan Leke Pera, yakni tiang utama. Biasanya dari kayu yang keras, oleh karena kedua tiang ini berfungsi sebagai tiang tumpu untuk Mangu, yakni tiang utama yang mendukung bubungan rumah.
Mengingat fungsinya yang sedemikian pentingnya, maka dibawah alas Leke Pera biasanya ditanam kepingan emas atau kepala anak kecil, yang khusus dikorbankan untuk pembangunan Sa’o Ria.

2.  Isi Gadha Ine

Di atas barisan Leke yang paling belakang, melintang Isi Gadha Ine, atau balok induk. Selain sebagai balok penguat tiang-tiang dan penopang isi Gadha Ine, juga berfungsi sebagai bantal kepala. Isi Gadha Ine dan balok-balok melintang lainnya membujur ke arah berlawanan dengan jarum jam. Semua ujungnya di sebelah kanan.

3.       Lata Hoja

Diantara Waja dan One, melintang sebatang balok yang dinamakan Lata Hoja. Selain sebagai pemisah, balok itu berfungsi sebagai tempat bersandar.

4.       Lani Halo

Berhadapan dengan Lata Hoja, melintang pula sebuah balok di atas Leke Pera, yang bernama Lani Holo atau Lata Holo. Balok ini berfungsi sebagai bantal kepala.

5.       Mbola Kadho

Di atas sebilah papan yang ditakik pada tiang Mangu, diletakan Mbola Kadho, yaitu sebuah peti kayu yang berbentuk seperti perahu. Di dalamnya ditaruh beberapa keping emas seperti Rajo, yakni keping emas berbentuk perahu, Gabe yang berbentuk bulan penuh, dan Ome yang berbentuk vulva. Emas-emas ini merupakan tanda kebesaran, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai Belis (mas kawin).

6.       Ola Theo

Pada balok Isi Hubu (bubungan) diikat seutas tali yang dinamakan Ola Theo. Tali tersebut digantung di tengah-tengah One yang berfungsi menghubungkan dunia supranatural dengan dunia manusia. Pada ujung bawah tali itu diikat sebuah keranjang kecil yang dinamakan Timbi Theo.

7.       Isi Hubu

Isi Hubu adalah balok yang melintang di bubungan rumah. Ia melintang dari kiri ke kanan atas pertengahan ruang One. Balok ini harus dipasang oleh saudara laki-laki dari istri Ata Laki Pu’u. Saudara laki-laki ibu dianggap sebagai sumber kehidupan.

8.       Ana Wula Leja

Di atas Isi Hubu di sebelah kanan berdiri sebatang bambu yang dinamakan Ana Wula Leja. Diatasnya diletakan sebuah batu ceper tempat menaruh persembahan bagi Du’a Ngga’e.

9.       Ate

Atap Sa’o Ria dinamakan Ate. Ate terbuat dari alang-alang dan membentang dari bubungan hingga ke pertemuan dinding-dinding dan lantai Sa’o Ria. Ate membatasi ruangan secara vertikal dan horisontal. Ia membatasi “alam dalam” dengan “alam luar”, antara “alam terang” dengan alam gelap”.

10.   Benga Toko

Di dekat Wisu Lulu, disebelah kanan pintu masuk kamar belakang terdapat sebatang balok berukir yang dinamakan Benga Toko atau Benga Bhei. Balok yang tegak ini berfungsi sebagai tempat bersandar Ata Laki Pu’u atau Laki Ine Ame.



Baca Juga :

Booking.com